<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Yogyakarta on Tarian Asli Indonesia</title><link>https://tarianindo.com/tags/yogyakarta/</link><description>Recent content in Yogyakarta on Tarian Asli Indonesia</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Fri, 09 Jan 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://tarianindo.com/tags/yogyakarta/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Keanggunan Tari Klasik Jawa: Refleksi Etika dan Tata Krama Keraton</title><link>https://tarianindo.com/posts/tari-serimpi-jawa/</link><pubDate>Fri, 09 Jan 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://tarianindo.com/posts/tari-serimpi-jawa/</guid><description>&lt;p&gt;Dalam ruang hening Bangsal Kencana atau Sasana Handrawina, denting gamelan yang melambat seringkali menjadi pembuka bagi sebuah prosesi yang lebih dari sekadar pertunjukan seni. Tari klasik Jawa, khususnya yang lahir dan berkembang di lingkungan Keraton Yogyakarta dan Surakarta, merupakan sebuah manifestasi fisik dari filsafat hidup masyarakat Jawa. Di balik sapuan jemari yang lentur dan pandangan mata yang merunduk, tersimpan kode etik mendalam mengenai bagaimana seorang manusia seharusnya membawa diri di hadapan Sang Pencipta dan sesamanya.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>