<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Filsafat Seni on Tarian Asli Indonesia</title><link>https://tarianindo.com/categories/filsafat-seni/</link><description>Recent content in Filsafat Seni on Tarian Asli Indonesia</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Mon, 12 Jan 2026 09:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://tarianindo.com/categories/filsafat-seni/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Ontologi Estetika: Dekonstruksi Makna Filosofis di Balik Properti Tari Nusantara</title><link>https://tarianindo.com/posts/makna-filosofis-properti-tari/</link><pubDate>Mon, 12 Jan 2026 09:00:00 +0000</pubDate><guid>https://tarianindo.com/posts/makna-filosofis-properti-tari/</guid><description>&lt;p&gt;Dalam ranah seni pertunjukan tradisional Indonesia, sebuah benda yang dipegang oleh penari tidak pernah hadir secara kebetulan. Ia bukan sekadar hiasan pelengkap (ornamen) atau alat peraga yang berfungsi menambah nilai visual semata. Di balik setiap bilah keris yang diselipkan, setiap ayunan kipas yang ritmis, atau bentangan selendang yang melambai, terdapat sebuah &lt;strong&gt;ontologi estetika&lt;/strong&gt; yang mendalam. Objek-objek ini adalah perpanjangan dari tubuh, jiwa, dan sistem kepercayaan masyarakat yang melahirkannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Analisis ini akan melakukan dekonstruksi terhadap properti tari Nusantara sebagai manifestasi kosmologi, di mana setiap benda dipandang sebagai jembatan antara dunia material (&lt;em&gt;sekala&lt;/em&gt;) dan dunia spiritual (&lt;em&gt;niskala&lt;/em&gt;). Memahami properti tari berarti membedah bagaimana masyarakat adat mengonstruksi identitas, moralitas, dan hubungan mereka dengan alam semesta melalui simbolisme benda.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>